Tanggal 27 September 2009, Solo mempunyai satu lagi objek wisata transportasi yang dapat dijual, dengan mulai dioperasikannya kereta uap yang akan melintasi pusat kota Solo,sepanjang Jln. Slamet Riyadi. Peresmiannya dilakukan oleh Menhub, Jusman Syafi'i Jamal, didampingi oleh Walikota Solo, JokoWidodo, dan Wakil Walikota Solo FX. Hadi Ruyatmo.Seperti kita ketahui, Solo mempunyai jalur kereta yang sangat unik, yaitu jalur Purwosari-Wonogiri yang berhimpitan dengan Jalan Raya Slamet Riyadi, jadi seakan akan seperti trem yang berjalan di tengah lalu lalang kendaraan bermotor.
Ide ini berawal dari Walikota Solo sendiri yaitu Pak Joko Widodo, melihat besarnya potensi jalur Purwosari-Wonogiri untuk dibuat sebagai jalur wisata seperti yang ada di Ambarawa. Sejalan dengan itu juga, pemerintah sedang merevitalisasi jalur mati KA yang ada di Jawa Tengah, sehingga
dapat beroperasi, termasuk jalur ini, karena rel-rel di jalur ini sudah berumur cukup lama, bahkan hampir mati suri.
Loko uap yang dipergunakan untuk menarik kereta wisata ini diambil dari Museum Lokomotif Ambarawa, yaitu C1218. Titik keberangkatannya dimulai dari Stasiun Purwosari hingga stasiun Solo Kota, dan hampir seluruh jalur yang dilalui berhimpitan dengan jalan raya, bahkan juga melintasi Kawasan Perbelanjaan, seperti Solo Grand Mall.
Akhirnya kereta uap ini dinamakan Sepur Kluthuk Jaladara.
Softlaunchnya ketika memasuki jalur 1 Stasiun Purwosari.
Inilah gambar kereta Punakawan yang melewati Jalan Slamet Riyadi. Terllihat jelas bahwa antara jalan raya dan rel tidak ada batas, inilah keunikan jalur Solo-Wonogiri, dan hanya ada satu-satunya di Indonesia.
Ide ini berawal dari Walikota Solo sendiri yaitu Pak Joko Widodo, melihat besarnya potensi jalur Purwosari-Wonogiri untuk dibuat sebagai jalur wisata seperti yang ada di Ambarawa. Sejalan dengan itu juga, pemerintah sedang merevitalisasi jalur mati KA yang ada di Jawa Tengah, sehingga
dapat beroperasi, termasuk jalur ini, karena rel-rel di jalur ini sudah berumur cukup lama, bahkan hampir mati suri.Loko uap yang dipergunakan untuk menarik kereta wisata ini diambil dari Museum Lokomotif Ambarawa, yaitu C1218. Titik keberangkatannya dimulai dari Stasiun Purwosari hingga stasiun Solo Kota, dan hampir seluruh jalur yang dilalui berhimpitan dengan jalan raya, bahkan juga melintasi Kawasan Perbelanjaan, seperti Solo Grand Mall.
Akhirnya kereta uap ini dinamakan Sepur Kluthuk Jaladara.
Softlaunchnya ketika memasuki jalur 1 Stasiun Purwosari.
Inilah gambar kereta Punakawan yang melewati Jalan Slamet Riyadi. Terllihat jelas bahwa antara jalan raya dan rel tidak ada batas, inilah keunikan jalur Solo-Wonogiri, dan hanya ada satu-satunya di Indonesia.













