Rabu, 23 September 2009

KERETA API SUMATERA ( Bag. 3)

DIVRE III Sumatera Selatan dan Lampung

Seperti di Sumbar, pembangunan jalur rel ini juga diperuntukkan untuk pengangkutan batubara, dari Tarahan dan Tanjung Enim menuju ke Tanjung Karang di Lampung. Walaupun begitu, pengangkutan penumpang juga tidak di kesampingkan. Berbeda dengan Medan dan Sumbar, jenis loko penarik sudah merupakan lok CC, dan terutama adalah jenis lok CC 202, yang diperuntukkan untuk menarik rangkaian KA Babaranjang. Oleh karena itu, jenis relnya adalah jenis rel R 54, yang mampu menahan beban jenis rangkaian KA ini. Jalurnya terbagi menjadi, Lubuk Linggau-Prabumulih, Prabumulih-Kertapati, dan Tanjung Karang (Lampung)-Prabumulih.


Inilah jenis loko CC 202 yang siap untuk menarik rangkaian KA Babaranjang (batu bara rangkaian panjang). Lok ini bisa menarik rangkaian hingga 40 gerbong. Suatu rangkaian yang cukup panjang..!!!!







Loko ini merupakan jenis loko CC 203 yang kalau di Jawa biasa untuk menarik rangkaian kereta Argo. Perhatikan warna dan stripingnya! Berbeda dengan loko biasa, kemungkinan loko ini merupakan punya swasta atau pihak swasta menyewa kepada PT KA untuk membantu menarik rangkaian batubara.






Ini merupakan jenis loko BB 202 si hidung pesek, loko yang sangat langka karena hanya ada di DIVRE III ini, bertugas sebagai loko langsiran.









Rangkaian KA Fajar (kelas bisnis dan eksekutif) jurusan Kertapati-Tanjung Karang. Selain KA ini ada beberapa KA penumpang lain seperti KA Rajabasa ( Kelas Ekonomi) jurusan Kertapati-Tanjung Karang, KA Bukit Serelo (KA Buser kelas bisnis dan eksekutif) jurusan Kertapati-Lubuk Linggau, KA Sindang Marga (Kelas Ekonomi) jurusan Kertapati-Lubuk Linggau






Loko CC 203 sedang berada di Dipo lokomotif Tanjung Karang. DIVRE III juga mempunyai Balai Yasa yang terdapat di Lahat.








Saat ini PT INKA sedang merakit loko jenis CC 205 yang memang diperuntukkan bagi DIVRE III ini untuk meningkatkan kapasitas pengiriman batubara ke PLTU Suralaya. Dan memang loko CC 202 sudah agak terlalu tua, sejak diluncurkan sekitar awal tahun 90-an.















Tidak ada komentar: